Aku belajar bagaimana membedakan apa yang dapat kulakukan dengan kekuatanku dan apa yang di luar kemampuanku, apa yang tergantung padaku dan apa yang tidak tergantung padaku. Aku belajar bagaimana menggunakan kekuatanku sesuai kemampuanku, melupakan apa yang diluar kekuatanku, apa yang aku tak sanggup mengubahnya.
Aku belajar, bahwa orang-orang disekitarku bukanlah sumber dari kegembiraan atau kedukaanku, keberhasilan, atau kegagalanku. Mereka hanya memberikan kesempatan agar hal-hal tersebut dapat muncul. Sebenarnya di dalam dirikulah segala hal tersebut berakar. Apa yang mereka bangkitkan dari diriku, sebenarnya mereka mengenalkan aku pada diriku sendiri. Aku belajar untuk bersyukur pada mereka yang telah membuatku senang & bahagia dan bersyukur pula pada mereka yang menyebabkan derita & frustrasi. Karena melalui mereka lah, kehidupan mengajarkanku apa yang perlu aku kuasai dan jalan apa yang harus aku tempuh.
Aku belajar bahwa ada hal-hal di dalam diriku yang bisa ditingkatkan dan ada yang tidak bisa saya ubah.
Aku belajar bahwa membenci dan menolak sebagian dari diriku sendiri sama saja dengan mengutuk untuk tidak pernah berdamai dengan diri sendiri. Aku belajar untuk menerima diriku seutuhnya, secara total dan tanpa syarat.
Aku belajar bahwa dengan berdamai dengan diriku, aku tak punya sesuatupun untuk dipersalahkan pada orang lain, tak sesuatupun yg perlu ditakutkan dari mereka. Aku belajar untuk menerima dan mencintai mereka, apa adanya.
Aku belajar bahwa dunia sebenarnya adalah cermin dari jiwaku. Bahwa jiwaku tidak melihat dunia melainkan melihat dirinya sendiri di dalam dunia. Ketika jiwaku senang, maka dunia pun menjadi tempat yang menyenangkan. Ketika jiwaku muram, maka dunia pun kelihatannya tempat yang menyedihkan. Dunia sendiri tidaklah menyenangkan atau menyedihkan. Hanya saja ia ADA, itu saja. Bukanlah dunia yang membuatku terganggu, melainkan paradigma yang aku lihat mengenainya. Ini berbeda dengan kepasrahan, pesimistis, dan keputusasaan. Tapi, ini hanyalah aku yang sedang belajar untuk menerima dunia tanpa menghakimi, menerima seutuhnya, tanpa syarat.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar