Let's get Writing Culture..

Let's get Writing Culture..

Kamis, 09 Desember 2010

BIASAKAN 3S (Senyum, Sapa, Salam)

(Wacana untuk pengurus BEM iTS 2010-2011)

“Setiap periodenya, pengurus BEM iTS tidak saling mengenal sebagian besar pengurusnya. Mereka hanya datang, kerja, makan, lalu balik ke jurusan.”

BEM iTS adalah eksekutor tertinggi dalam KM iTS. Di dalam setiap aktivitasnya BEM iTS selalu mengedepankan profesionalitas kerja karena memang orientasinya ada pada pengerjaan program kerja sehingga diharapkan peran BEM iTS lebih terasa kebermanfaatanya bagi mahasiswa, almamater, dan bangsa. Namun dampak dari profesionalitas tersebut sering kali mengurangi nuansa kekeluargaan yang seharusnya dibangun dalam subuah organisasi kemahasiswaan. Mungkin anda bisa mengatakan tidak demikian karena pastinya anda telah merasakan nuansa kekeluargaan di tiap kementeriaan anda masing-masing. Tapi bagaimana dengan anda dan kementerian yang lain? Parameter yang paling mudah digunakan adalah apakah anda kenal dengan pengurus kementerian lain? Kalau ya, berapa persen?


Setiap pengurus punya kesibukan dan keperluan masing-masing, sehingga kami sangat memahami ketika profesionalitas kerja harus ada. Namun tidak adakah upaya dari kita untuk mempererat tali silaturahmi itu sendiri? Satu habit sederhana yang sebenarnya sangat efektif dalam upaya ini adalah Senyum, Salam, Sapa atau bisa kita sebut Gerakan 3S. Sayangnya, sangat sedikit sekali pengurus yang mau membiasakan diri melakukan 3S tiap kali bertemu. Bisa dimaklumi jika senyum itu terkadang sulit, karena tidak semua orang PD dengan senyumnya atau takut terlihat GJ karena senyum-senyum sendiri, bahkan ada yang merasa bikin illfeel (Hahaha..) Tapi bagaimana dengan Sapa/ Salam? Sebegitu sulitkah melakukannya? Mungkin anda juga bertanya kenapa tidak dia dulu yang menyapa? Hmm.. Oke. Akan saya buka rahasianya.

Beberapa sumber menyebutkan alasan kenapa tidak menyapa karena
1. Tidak tahu namanya,
2. Tidak tahu yang dia temui itu pengurus apa bukan,
3. Takut tidak dibalas sapaannya, dsb.

Sungguh menurut kami itu hanyalah alasan klasik yang selalu terdengar tiap periodenya. Coba tanyakan pada diri anda bukankah jika anda pernah menyapa maka anda pun juga pernah disapa? Kalau pun sapaan anda tidak dibalas, cobalah berprasangka baik karena mungkin orang yang anda sapa tidak bermaksud demikian. Cobalah berpikir positif, mungkin dia sibuk, banyak pikiran, dsb. Kami rasa jika dia tidak balas menyapa pun, tidak akan menurunkan wibawa dan harga diri anda, bukan? Jadi buat apa takut tidak dibalas ketika anda menyapanya?

Kalau tidak tahu namanya, kenapa tidak langsung saja anda tanyakan namanya? Kenapa anda tidak coba menyapa dulu jika anda tahu orang yang anda temui adalah pengurus BEM juga? Malu/ sungkan. Kalau anda pun masih bertanya kenapa tidak dia dulu yang menanyakan nama atau menyapa anda, maka jawabnya adalah mungkin dia juga malu/ sungkan dan punya segudang alasan yang sama seperti anda. Jadi kalau sama-sama malu/ sungkan kapan anda bisa kenal pengurus kemeterian lain dan mulai menyapa? Akan sampai kapan pengurus BEM tidak mengenal sesama pengurus satu dengan yang lain? Dan sampai kapan juga kekeluargaan antar kementerian, kekeluargaan satu fungsionaris BEM iTS itu bisa dibangun?


So, akankah esok hari ketika anda tahu sedang bertemu pengurus BEM iTS yang lain anda akan menyapanya? Hehehehe

Mulailah dari yang kecil, dari diri sendiri, sedari sekarang..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar